Anak Usia Dini TIDAK HARUS Mahir Matematika

Anak Usia Dini TIDAK HARUS Mahir Matematika
Kecenderungan orangtua menjadikan anaknya “be special ” daripada “be average or normal” semakin marak terlihat. Orangtua sangat ingin anak-anak mereka menjadi “to excel to be the best”. Sebetulnya tidak ada yang salah. Namun ketika anak-anak mereka digegas untuk mulai mengikuti berbagai KEPENTINGAN orangtua untuk menyuruh anak mereka mengikuti beragam kegiatan, seperti kegiatan mental aritmatik, sempoa, renang, basket, balet, tari ball, piano, biola, melukis, dan banyak lagi lainnya. Saya hanya bisa bilang dalam hati Kasihan Banget Kau Adek...

Pendidikan bagi anak usia dini sekarang tengah marak-maraknya. Dimana mana orang tua merasakan pentingnya mendidik anak melalui lembaga persekolahan yang ada. Mereka pun berlomba untuk memberikan anak-anak mereka pelayanan pendidikan yang baik. Kursus-kursus kilat untuk anak-anak pun juga bertaburan di berbagai tempat. Tawaran berbagai macam bentuk pendidikan ini amat beragam. Dari kursus para orang tua berharap dapat membuat otak anak-anak mereka cerdas dan pintar berhitung atau cakap berbagai bahasa.Kondisi diatas terlihat biasa saja bagi orang awam. Namun apabila kita amati lebih cermat, dan kita baca berbagai informasi dan lileratur hal ini merupakan sebuah kesalahan. 

Kita akan terkejut! Setelah mengetahui bagaimana pendidikan yang patut bagi anak usia dini. Kondisi ketidakpatutan dalam memperIakukan anak ini telah melahirkan berbagai gaya orangtua (Parenting Style) yang melakukan kesalahan “mis-education” terhadap pengasuhan pendidikan anak-anaknya.
Kecenderungan orangtua menjadikan anaknva “be special ” daripada “be average or normal” semakin marak terlihat. Orangtua sangat ingin anak-anak mereka menjadi “to excel to be the best”. Sebetulnya tidak ada yang salah. Namun ketika anak-anak mereka digegas untuk mulai mengikuti berbagai KEPENTINGAN orangtua untuk menyuruh anak mereka mengikuti beragam kegiatan, seperti kegiatan mental aritmatik, sempoa, renang, basket, balet, tari ball, piano, biola, melukis, dan banyak lagi lainnya. Saya hanya bisa bilang dalam hati Kasihan Banget Kau Adek...jika anak-anak tercabut dari masa kanak-kanaknya, maka lihatlah… ketika anak anak itu menjadi dewasa, maka ia akan menjadi orang dewasa yang ke kanak-kanakan! (Neil Posmant seorang sosiolog Amerika).Berbeda dengan kasus legendaris orang-orang terkenal yang berhasil mengguncang dunia dengan penemuannya. Di saat mereka kecil mereka hanyalah anak-anak biasa yang terkadang juga dilabel sebagai murid yang dungu, Seperti halnya Einstien yang mengalami kesulitan belajar hingga kelas 3 SD.

Sebuah pendidikan yang baik akan melahirkan “how learn to learn” pada anak didik mereka. Guru-guru yang bersemangat memberi keyakinan kepada anak didiknya bahwa mereka akan memperoleh kecakapan berpikir tinggi, dengan berpikir kritis, dan cakap memecahkan masalah
hidup yang mereka hadapi sebagai bagian dari proses mental. Pengetahuan yang terbina dengan baik yang melibatkan aspek kognitif dan emosi, akan melahirkan berbagai kreativitas bukan hanya mengasah kognitif melalui kecakapan akademik semata!


0 komentar

Posting Komentar