Edukasi karakter Anak dengan Tradisi Lebaran Kupat

Edukasi karakter Anak dengan Tradisi Lebaran Kupat

Mengenalkan tradisi lokal lebaran ketupat di Durenan Trenggalek adalah salah satu contoh bagaimana  memberikan edukasi karakter dan mengenalkan budaya kepada anak-anak di usia dini. Banyak pelajaran yang bisa kita sampaikan kepada mereka dari kegiatan ini.

Bagi masyarakat atau warga Trenggalek tentu sudah tidak asing lagi dengan Tradisi Lebaran Kupat di Durenan. Makan ketupat setelah lebaran sudah lazim dilakukan oleh umat muslim khususnya masyarakat yang tinggal di pulau Jawa. Kegiatan ini biasa dilakukan setelah hari raya idul Fitri.

Namun berbeda dengan tradisi lebaran ketupat (Kupatan) yang ada di kecamatan Durenan Trenggalek. Tradisi lebaran ketupat yang dilakukan pada H+7 lebaran idul fitri atau setelah menjalan puasa sunnah selama 6 hari di kecamatan Durenan begitu unik.
Pada saat kupatan setiap rumah menggelar open house dan menyediakan makanan berupa ketupat dengan berbagai macam sayur. "Siapapun boleh mampir, baik kenal maupun engggak "

Ini adalah sebuah tradisi yang dilakukan secara turun temurun oleh warga Durenan dan sekitarnya. Momen ini biasanya digunakan  baik  saudara maupun keluarga yang dari luar Durenan untuk bersilaturahmi ketika lebaran ketupat karena sini ramainya saat lebaran ketujuh.

Menurutnya riwayat, tradisi ini berawal dari kebiasaan keluarga KH Abdul Mahsyir atau yang lebih akrab disebut mbah mesir yang merupakan salah satu ulama di kecamatan Durenan, Mbah Mesir merupakan putra kiai Yahudo, Slorok, Pacitan, yang masih keturunan Mangkubuwono III, salah seorang guru Pangeran Diponegoro.

Konon pada waktu itu setiap sehabis hari raya idul fitri pertama , Mbah mesir selalu di undang oleh bupati Trenggalek ke pendopo . Di situlah Mbah mesir menjalankan puasa selama eman hari bertutur turut dan setelah itu pulang ke kediamanya di durenan. "nah , sehabis pulang dari pendopo, mayarakat skitar selalu sowan (bersilaturahmi) ke rumah mbah mesir"

Setelah mbah mesir meninggal dunia, tradisi kupatan masih terus dilestarikan di kecamatan Durenan Trenggalek hingga sekarang.

Dihari pertama lebaran kali ini Ayah mengajak anak-anak jalan-jalan ke lokasi dimana tradisi kupatan akan dilaksanakan. Disepanjang jalan warga menghiasi dengan berbagai hiasan dan lampu untuk memeriahkan lebaran ketupat. Inilah semangat kebersamaan, demi acara ini warga rela  memberikan donasi kurang lebih Rp 20.000 yang dihimpun disetiap RT  dan pemuda-pemuda bekerja sama penuh semangat memasang hiasan di sepanjang jalan.


0 komentar

Posting Komentar